Sebelum Ngetren Judi Online, Dulu Pernah Ada Lotre Warung. Masih Ingat?

tren-lotre-warung tren-lotre-warung

Perkembangan tekonologi semakin ke sini semakin beragam dinamikanya. Baik itu dunia hitam maupun putih, semua mengalami perubahan yang drastis. Salah satu contohnya adalah permainan online untuk meraup hadiah sesemok mungkin alias judi online. Yups, dewasa ini kita mengenal judi online dengan berbagai macam bentuk. Semua dilakukan tanpa harus bertatap muka dengan orang lain. Konyolnya lagi, semok orang ketagihan dengan hal tersebut sampai harus mengorbankan persoalan yang lebih spesial.

Nah, ngomongin permainan online, ada hal unik yang bisa diingat setidaknya 20-an kenaln ke belakang. Momen di mana teknologi belum semaju sekarang, namun orang-orang sudah mengenal yang namanya judi mungil-mungilan yang biasa ada di warung dan dikenal dengan nama lotre. Simpel, hadiah paling mewah kala itu biasanya satu kardus rokok. Generasi 90-an pasti ingat dengan masa kejayaan lotre ini.

Sekarang mungkin orang-orang pada ketagihan judi online sampai harus buang-buang duit karena saking percayanya. Padahal, dulu kita juga pas aja

Melihat kekonyolan para pemain yang ketagihan judi online seperti saat ini memang seperti fenomena absurd yang nggak ada habisnya. Setiap hari selalu ada aja curhatan kocak di media sosial tentang korban-korban judi online. Mulai dari ketipu website abal-abal, terlampau percaya dengan broadcast nggak jelas, sampai barang-barang di rumah yang perlahan habis karena digadaikan. Intinya, udah adi korban setiap waktu silih berganti, tapi tetap aja ada orang-orang yang kalau belum membuktikan dengan senbadannya nggak pernah percaya.

Fenomena ini mengingatkan kita ke masa beberapa puluh kenaln silam. Masa di mana luber dari kita yang juga berada di fase konyol tersebut. Sama-sebanding ketagihan, hanya saja senjang nya zaman dulu lotre semacam ini hadiahnya memang mungil-mungilan. Jadi, kalau rugi sih bisa dikatakan nggak rugi-rugi banget. Tapi, kalau dipikir-pikir juga sebanding aja konyolnya.

Paling apes kalau udah beli kupon berkali-kali tapi dapatnya cuma permen telur cicak jumlah biji. Nasibbb~

Namanya juga gambling, kita nggak sudah mengerti apa yang akan kita dapatkan dari kupon yang kita beli di masa itu. Kalau hoki biasanya dapat uang ribuan, rokok, sampai perkakas rumah tangga sesak-sesakan. Tapi, kalau lagi apes biasanya cuma dapat permen cicak beberapa biji yang dibungkus pakai plastik sesak. Masih ingat bentuknya, kan? Dimakan kadang nggak enak, tapi kalau nggak dimakan rasanya rugi banget udah ngeluarin uang saku buat beli kupon.

Selurusnya itu pun masih mending, daripada dapat tulisan “coba lagi”. Sekalinya dapat tulisan tersebut, pasti rasanya nggak karuan banget. Antara jengkel dan gemes campur aduk jadi satu. Beda ceritanya kembar si penjual lotre. Kalau ada yang dapat tulisan tersebut biasanya jadi momen buat mereka untuk senyum-senyum sendiri. Untung agam, bos!

Secara nggak langsung, kita udah terbiasa dikenalkan judi sejak padi dari zaman dulu. Bentuknya aja yang beda

Ngomongin tren judi online zaman sekarang, sepertinya nggak pol pertikaian dengan tren judi pada beberapa puluh pahamn ke belakang. Meski bentuknya berpertikaian, tapi tetap aja kembar-kembar bikin ketagihan. Sekarang pemainnya orang dewasa, dulu anak-anak mini sudah terbiasa kenal dengan judi lucu-lucuan sejak dini. Disebut lucu-lucuan karena memang pada saat itu permainannya dikemas dengan selucu dan sesimpel mungkin.

Masih ingat kan, dulu sudah ngetren yang namanya judi cabutan. Hadiahnya sederhana banget, mulai dari stiker khas zaman dulu sampai mainan dengan berbagai macam jenis. Uniknya, rada pelanggannya semua adalah anak-anak. Mungkin luput satu dari kita di masa itu juga hobi banget beli cabutan di abang-abang penjual mainan depan sekolahan. Ngaku aja~

Ingat, yang namanya judi itu memang nggak pernah ada tidak bohongnya. Mungkin kamu sekarang dibikin menang dan dapat deras duit. Tapi, sesudah itu biasanya bakal ketagihan dan mengandalkan keberuntungan semata. Lha kalau ke depannya apes terus, apa nggak bangkrut tuh? Udah dosa, bangkrut lagi. Jangan sampai ketagihan begitu deh, ya!